6 Tahapan Pembuatan Aplikasi Web yang Wajib DIketahui

6 Tahapan Pembuatan Aplikasi Web yang Wajib DIketahui

Untuk membuat suatu aplikasi website, misalnya untuk rendering online, Anda tidak bisa sembarangan dalam membuatnya. Ada tahapan pembuatan aplikasi website sendiri yang perlu Anda perhatikan. Tahapan untuk membuat aplikasi tersebut, bisa dilihat di artikel berikut.

 

  • Analisa Kelayakan dan Kebutuhan

 

Sebelum Anda membuat aplikasi website, maka Anda harus tahu apa yang diperlukan. Mulai dari tujuan kebutuhan hingga fitur apa saja yang perlu dipasang. Jangan lupa untuk menganalisa konsep dasarnya karena akan diperlukan untuk pengembangan aplikasi website.

 

  • Siapkan Requirement Documents

 

Jika Anda sudah mendapatkan konsep dasar dan juga tahu apa saja yang dibutuhkan, maka Anda perlu  untuk menyiapkan dokumen atau data yang diperlukan untuk membuat aplikasi. Di tahapan pembuatan aplikasi ini, Anda perlu merinci apa saja yang diperlukan, seperti:

  1. Desktop atau platform pembuatan aplikasi.
  2. Server yang akan digunakan.
  3. Staging server untuk pengujian integrasi.
  4. Server produksi untuk pe penyebaran produksi akhir.
  5. Alat pelacakan kecacatan.
  6. Sistem pembuatan otomatis.
  7. Alat pengujian.
  8. Sistem pelaporan otomatis.

Walaupun begitu, Anda tetap harus mempertimbangkan mengenai situasi dan kondisi yang Anda miliki. Misalnya apakah Anda memiliki tim yang mampu membuat aplikasi website sesuai dengan pesanan klien atau tidak. Dengan begitu, proses pembuatan aplikasi bisa berjalan dengan baik.

 

  • Buat Desain Fungsional dan User Friendly

 

Jangan lupa untuk membuat tampilan aplikasi fungsional dan user friendly. Maksudnya adalah tampilan aplikasi tentu harus memudahkan pengguna untuk menggunakannya. Namun, fungsi utama dari aplikasi tetap tidak boleh ditinggalkan agar aplikasi bisa bermanfaat.

Karena hal tersebut, untuk menyusun desain secara keseluruhan dengan mock up. Anda bisa membuat mockup sendiri dari nol atau dengan menggunakan aplikasi mock up. Setelah itu, Anda tentu harus membuat flowchart.

Flowchart inilah yang akan digunakan untuk panduan agar aplikasi bisa dibuat sesuai dengan konsep. Tanpa flowchart, Anda akan bingung untuk mengemabngkan aplikasi misalnya akan dibuat seperti apa dan dilengkapi dengan tombol apa saja.

 

  • Pengembangan
6 Tahapan Pembuatan Aplikasi Web yang Wajib DIketahui
6 Tahapan Pembuatan Aplikasi Web yang Wajib DIketahui

 

Jika semua proses sudah Anda lalui dan flowchart serta desain sudah jadi, maka proses selanjutnya adalah mengembangkan aplikasi. Sama seperti jasa pembuatan aplikasi android, di aplikasi website Anda dapat mengembangkan beberapa versi yaitu alfa, beta, release candidates, gold master. Tahapan tersebut harus berkembang secara signifikan.

Jika Anda baru memulai, maka Anda bisa mematangkan aplikasi hingga ke versi alfa atau fungsi/fitur awalnya saja. Setelah itu, masuk ke beta yang membutuhkan pengujian penggunaan. Kemudian masuk ke release candidates saat aplikasi sudah stabil dan perlu tweak. Jika ketiga versi aplikasi tersebut sudah selesai, maka Anda masuk ke versi gold master.

di tahapan ini peran manajer proyek sangat diperlukan. Dengan begitu, aplikasi bisa berjalan dengan baik walaupun dikerjakan oleh tim baik programmer ataupun oleh tim UI/UX.

 

  • Otomatisasi dan Pengetesan

 

Setelah pengembangan, aplikasi tersebut akan masuk ke tahapan otomatisasi untuk mengurangi kesalahan saat aplikasi dijalankan. Setelah itu, akan dilakukan pengetesan. Di pengetesan yang dilakukan oleh QA (quality assurance) ini, Anda mungkin akan menemui beberapa error yang harus diperbaiki sebelum launching.

 

  • Penerapan Bertahap

 

Di penerapan bertahap ini sebenarnya adalah proses yang tiada akhir. Anda akan mendapati aplikasi versi 1, versi 2 dan versi yang lainnya. Dengan begitu, aplikasi website akan terus berkembang seiring kebutuhan khususnya konsumen.

Jadi, dengan tahapan pembuatan aplikasi tersebut, Anda akan memperoleh aplikasi sesuai dengan yang dibutuhkan.